KEBAKTIAN PERSEKUTUAN PENGAJARAN MEMPELAI ALKITABIAH BERLANGSUNG PENUH BERKAT

Selasa, 7 Juli 2026, Kebaktian Persekutuan Pengajaran Mempelai Alkitabiah (KP-PMA) kembali digelar yang berlangsung di Harris Hotel dan Convention kota Solo, Jawa Tengah dengan penuh sukacita, hikmat, dan penyertaan Tuhan. Ibadah dihadiri oleh para hamba-hamba Tuhan, pelayan jemaat, serta jemaat dari berbagai wilayah di Indonesia yang datang dengan kerinduan untuk semakin mengenal kebenaran Firman Tuhan dalam gerak Pengajaran Mempelai Alkitabiah dan mempersiapkan diri sebagai mempelai perempuan Kristus yang kudus.

Rangkaian kebaktian diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh Pdt. Frengkie Jehaziel Tangka, SE., M.M.,  tim musik dan pujian, dilanjutkan dengan doa pembukaan yang mengajak seluruh jemaat memusatkan hati kepada Tuhan. Suasana ibadah berlangsung khusyuk, penuh damai, dan dipenuhi semangat untuk memuliakan nama Tuhan.

Dalam pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. H.I. Tangka, jemaat diajak untuk tetap berseru kepada nama Tuhan, sebab bila berseru kepada nama Tuhan pasti diselamatkan, sebagaimana dikutip dalam “Roma 10:13”

“Memberitakan kabar baik memang menyukakan hati. Apalagi kabar dari Tuhan yang memberitakan kabar keselamatan pasti ada jaminan.” Imbuh beliau.

Dikutip juga oleh beliau dalam Kisah Para Rasul 2:36 “kita harus tahu nama yang jelas tentang penyebutan nana Tuhan kita, jangan sembarangan menyebut nama Tuhan kita, itulah Tuhan Yusus Kristus. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus pasti ada mendatangkan damai sejahtera, berarti Tuhan Yesus Kristus adalah sumber damai sejahtera, yang namanya sumber itu berarti terus menenerus menghasilkan, sembari mengutip dalam Roma 16:20.

Juga ada kuasa yang sudah diberikan kepada kita oleh Tuhan Yesus Kristus untuk mengalahkan iblis. Tuhan yang menang, bukan kita lo, karena sesungguhnya Dia yang mempercayakan kuasa-Nya kepada kita. Kekuasaan dari suami, pasti diberikan kepada isterinya. Itulah perhatian Tuhan Yusus sebagai Mempelai Pria Sorga sudah memberikan kuasa kepada kita untuk mengalahkan iblis yang suka merusak manusia.”  

Dikatakan lebih lanjut oleh beliau, “Firman dalam gerak Pengajaran Mempelai Alkitabiah (PMA) itu ada berita damai, betita baik, berita selamat (Yesaya 52:7), berita sukacita, berita sorak sorai, kemenangan mempelai perempuan Tuhan, ini adalah suasana mempelai, gereja Tuhan harus mengalami suasana mempelai. Suasana mempelai itu suasana baru, bagaikan pengantin baru pasti suasananya itu selalu baru. Demikian juga gereja Tuhan, mempelai perempuan Tuhan yang mau mengarah ke kota Yerusalam baru harus mau mempersiapkan diri menjadi sidang mempelai perempuan Tuhan, imbuhnya sembari mengutip dalam Wahyu 19:6-7.

“Hari-hari ini kita perlu kabar baik, karena di dunia ini banyak berita yang tidak menyenangkan, tidak mengenakkan. Tetapi Firman PMA memberikan berita kepastian kepada kita di akhir zaman, kita tidak perlu takut, karena bersama Kristus sebagai Kepala pasti diberikan jalan keluar dan kemenangan bagi sidang mempelai perempuan-Nya, sembari mengutip dalam Wahyu 21:2-7, suasana Yerusalem baru harus dimiliki gereja Tuhan, jangan sampai nikah kita dipenuhi air mata, ratap tangis dan lai-lain tetapi kita pelihara kasih mempelai dalam nikah rumah tangga masing-masing, ungkap beliau dalam kotbahnya.

Seluruh rangkaian kebaktian berlangsung dengan tertib dan penuh sukacita. Diharapkan, melalui Kebaktian Persekutuan Pengajaran Mempelai Alkitabiah ini, setiap peserta semakin diteguhkan imannya, bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus sebagai Kepala gereja, Mempelai Pria Sorga. Kiranya melalui persekutuan yang terus dibangun, nama Tuhan Yesus Kristus senantiasa dimuliakan dan kehidupan setiap jemaat semakin dipersiapkan menjadi mempelai perempuan yang layak menyambut kedatangan-Nya pada kali yang kedua. (JK)






















Posting Komentar

0 Komentar