Senin, 1 Juni 2026 Gereja Tabernakel Tubuh Kristus (GTTK) Petra Palangka Raya melangsungkan Ibadah ucapan syukur dan ulang tahun penggembalaan ke-10 pelayanan Pdt. Elnatan K. Bundong, S.Th. Perjalanan sebuah gereja tidak lepas dari dedikasi para hamba-hamba Tuhan yang setia menuntun jemaat melewati berbagai generasi. Mengenang kembali sejarah Penggembalaan di GTTK. Petra Palangka Raya, riwayat pelayanan mencatat jejak-jejak iman yang mendalam dari para pendahulu yang terus menghidupkan api Firman Tuhan hingga saat ini.
Sejarah panjang pelayanan di GTTK. Petra ditandai oleh dedikasi para pendeta yang menyerahkan hidupnya untuk menggembalakan jemaat, sejak tahun 1983 menjadi awal mula tonggak pelayanan yang dipimpin oleh Pdt. Alex F. Timbung. Tahun 1985: Setelah melewati masa pelayanan awal, Pdt. Alex F. Timbung resmi ditabiskan sebagai Gembala di gereja Petra Palangka Raya.
Dalam kesaksiannya, Pdt. Elnatan K. Bundong,
S.Th., bahwa sebelum pelayanan di Petra, beliau dipercaya pelayanan pada tahun 2005–2007 di Desa Rabambang Kabupaten Gunung Mas dan kemudian beralih ke Buntok, Kabupaten Barito Selatan. Pada tahun 2016, menjadi momen penting bagi Pdt. Elnatan K. Bundong,
S.Th., resmi ditahbiskan dalam pelayanan penggembalaan/menjadi gembala di GTTK. Petra Palangka Raya oleh Pdt. H. I. Tangka.
Dalam kotbah yang disampaikan beliau, menjadi domba di tepi air yang tenang, ini suatu pesan penggembalaan yang disampaikan, jemaat diajak untuk merenungkan hakikat dari sebuah tuntunan Tuhan. Seperti domba yang dibawa ke air yang tenang, tidak bergelombang dan tidak keruh, demikianlah jiwa yang digembalakan oleh Tuhan akan mendapatkan kesegaran dan kewarasan yang baik.
"Hidup yang tenang akan kita dapati bila kita hidup dalam penggembalaan-Nya. Di sanalah terdapat kekuatan yang sempurna. Itulah cara kerja Tuhan bagi setiap kita yang mau dipimpin. Oleh Tuhan"
Rahasia mencukupkan diri dalam segala keadaan, mengambil dasar Firman Tuhan dari Filipi 4:11-12, jemaat diingatkan tentang teladan Rasul Paulus yang telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Baik dalam kekurangan maupun kelimpahan, baik dalam kondisi kenyang maupun kelaparan, rahasia kebahagiaan sejati adalah bersandar penuh pada pemeliharaan Tuhan.
Ada tiga poin penting yang menjadi kekuatan bagi para pelayan dan jemaat Tuhan saat menghadapi masa-masa sulit:
1. Belajar dari Kekurangan: Kekurangan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan proses pembentukan iman.
2. Tuhan yang Memanggil, Tuhan yang Mencukupkan: Setiap orang yang dipanggil dalam pelayanan pasti akan dicukupkan oleh-Nya. Di dalam setiap kekurangan yang diizinkan terjadi, Tuhan pasti menyediakan kelebihan.
3. Otoritas Kebajikan Tuhan: Berdasarkan Yesaya 22:22, Tuhan memiliki kunci otoritas tertinggi. "Apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka."
Walau dihajar namun tidak dimatikan, Mazmur 118:17-18. Jemaat diajak untuk percaya bahwa didikan Tuhan terkadang terasa keras, namun itu semua bertujuan untuk mendatangkan kebaikan, bukan maut.
Melalui momen ulang tahun penggembalaan ke-10 GTTK. Petra Palangka Raya (satu dekade pelayanan Pdt. Elnatan K. Bundong,
S.Th) merupakan refleksi sejarah dan peneguhan Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah yang terus dikumandangkan.
Momen tersebut hadir juga Ketua Umum Gereja Tabernakel Tubuhn Kristus Pdt. Frengkie Jehaziel Tangka, SE., M.M., dalam sambutannya secara virtual, beliau mengajak jemaat GTTK. Petra untuk terus melangkah dengan keyakinan penuh kepada Kristus sebagai Kepala, menyaksikan perbuatan-perbuatan besar yang telah dan akan terus Tuhan kerjakan di tengah-tengah sidang mempelai perempuan Tuhan. Beliau berharap, "Pertumbuhan rohani sekamin ditingkatkan hingga menjadi mempelai perempuan Tuhan, sampai masuk kota Yerusalem Baru dan nama tetap tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba Allah", imbuh beliau sembari mengucapkan selamat ulang tahun penggembalaan yang ke-10.
Usai ibadah, dilaksanakan perayaan ulang tahun ke-10 pelayanan penggembalaan Pdt. Elnatan K, Bundong,
S.Th., dengan penyalaan lilin dan tiup lilin hingga potong kue. Hal ini menjadi momen yang sangat berarti bagi jemaat. Semoga Pdt. Elhanan K. Bundong,
S.Th., dapat terus menjadi berkat bagi banyak orang dan melayani dengan penuh kasih dan pengabdian. (JK)
Posting Komentar
0 Komentar